Setengah Penuh atau Setengah Kosong?

Half full or Half empty?
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kembali berjumpa dengan saya lewat goresan kata di blog saya ini, Sobat..   Jujur, saya menulis ini juga karena sedang memotivasi diri saya sendiri..yang sebelumnya adalah seseorang yang pesimis dengan hidup dan sedang berusaha menjadi seseorang yang optimis

Setengah Penuh atau Setengah Kosong? apa ya maksudnya..

Nah, Jika kita menuangkan air di sebuah gelas hingga seperdua bagian. Gelas itu setengah kosong/setengah penuh?

Is the glass Half empty or Half full?

Gelas itu memang setengah terisi namun juga setengah kosong. Keduanya benar, secara harfiah. Hanya saja hal ini akan membentuk pola pikir kita, sudut pandang kita terhadap sesuatu.

Jika menjawab gelas tersebut setengah isi, perumpamaan air tersebut merupakan nikmat yang telah Allah berikan pada kita(yang telah kita miliki). Maka yang akan kita katakan adalah Alhamdulillah, atas nikmat yang ada pada kita. Dengan itu kita tau akan pentingnya bersyukur atas apa yang telah kita miliki selama ini. Dan tak lupa disertai dengan rasa optimis. Memandang segala kemungkinan yang akan dapat kita capai. Dengan itu segala yang kita hadapi akan tetap bermakna, semua akan menjadi lebih baik. Karena kita mempunyai sugesti bahwa kita pasti bisa, dan Allah selalu tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Dengan itu kita pun bisa tetap bersyukur atas segala hasil yang akan kita peroleh setelah melakukan usaha yang dilandasi sikap optimis tadi 

Optimisme atau Pesimisme?

Setengah kosong itu juga benar benar aja sih.. Tapi jawaban ini disimpulkan dari pandangan yang banyak tertuju pada yang tidak tampak(tak ada) dan cenderung melihat ke atas. karena apa? Dengan kita yang selalu melihat kepada hal yang belum kita miliki, itu menyebabkan kita kurang bersyukur. Dan alhasil kita menjadi pribadi yang (cenderung pada) pesimis. Karena rasa syukur itu akan menimbulkan rasa optimisme terhadap sesuatu.. Tetapi untuk konteks lain jawaban ini ada baiknya, misalnya saat kita sedang membuat rencana mencapai sesuatu, kita harus melihat kekosongan sehingga bisa menentukan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk mengisinya.

Ternyata, dari gelas yang terisi air setengahnya bisa memberikan banyak sudut pandang. Hal ini memberikan hikmah kepada kita bahwa dalam melihat sesuatu harus dari berbagai aspek, kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja dan kemudian menghasilkan kesimpulan yang seolah tidak bisa diganggu gugat. Jika kebetulan kita melihat pada satu aspek yang positif, alhamdulillah, tetapi jika kita kebetulan melihat pada aspek yang negatif, maka kehidupan kita akan terjebak selamanya pada kepercayaan negatif.

Berpikir lebih luas dengan cara melihat sesuatu dari berbagai aspek sudut pandang akan membuat kita lebih cerdas, lebih jeli, lebih terbuka terhadap peluang, dan memiliki motivasi diri yang lebih baik. Manfaatkanlah pikiran kita, jangan hanya sia-siakan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Ini adalah salah satu cara bersyukur kita, yaitu mengoptimalkan pikiran kita.

" Cara pandang yang positif akan sangat mempengaruhi kualitas hidup dan nilai hidup yang dimiliki. itulah sebabnya mereka memiliki Willingness to do more dan memiliki watak smart worker. Individu yang memiliki cara pandang yang positif, secara pribadi juga akan mampu memetakan kompetensi dan minatnya sehingga dia akan tahu dimana dan bagaimana dia berkembang. Orang yang memiliki cara pandang positif pada umumnya meyakini bahwa menyelesaikan pekerjaan adalah the way of life bukan how to life.. Sebagaimana yang dikemukakan Zig Ziglar : Optimisme yang sesungguhnya adalah menyadari masalah serta mengenali pemecahannya. Mengetahui kesulitan dan yakin bahwa kesulitan itu dapat diatasi. Melihat yang negatif, tetapi menekankan yang positif. Menghadapi yang terburuk, namun mengharapkan yang terbaik. Mempunyai alasan untuk menggerutu, tapi memilih untuk tersenyum." - Parlindungan.


source: ust. Syafiq Basalamah, blog motivasi-islami, goodquotes, wikipedia, google

Komentar